Mode Gelap
Artikel teks besar

Warga Desa Seketi Lestarikan Tradisi Ruwat Desa Secara Swadaya


seputarindonesiatv.id | Sidoarjo - Tradisi Ruwat Desa yang merupakan warisan turun-temurun dari leluhur terus dilestarikan oleh warga Desa Seketi, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan adat tersebut melibatkan dua pedukuhan, yakni Seketi dan Sonosari, dan digelar dengan penuh kekhidmatan serta antusiasme masyarakat.

Kepala Desa Seketi, Toto Sugono Rohman, S.H., menegaskan bahwa pelaksanaan Ruwat Desa tahun ini tidak menggunakan anggaran Dana Desa. Seluruh pembiayaan kegiatan murni berasal dari swadaya dan keguyuban warga yang secara sukarela menyisihkan rezekinya demi terselenggaranya tradisi tersebut.

“Ini murni dari kebersamaan warga. Tidak ada dana desa yang digunakan. Semua dilakukan secara gotong royong,” ujar Toto.

Panitia kegiatan yang terdiri dari tokoh masyarakat setempat menjelaskan bahwa Ruwat Desa diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur sekaligus upaya menjaga kelestarian budaya. Puncak acara diisi dengan pagelaran wayang kulit sebagai warisan budaya Jawa, dengan dalang Ki Teguh, yang dipentaskan di Pendopo Balai Desa Seketi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimka Balongbendo, perangkat desa, LPMD, BPD, RT/RW, serta tokoh masyarakat dan warga Desa Seketi.

Sebelum pagelaran wayang kulit di balai desa, rangkaian acara diawali dengan ritual doa dan wayangan di Punden Sonosari dan Goa Seketi. Ritual tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus mendoakan jasa para leluhur desa.

Melalui kegiatan Ruwat Desa ini, masyarakat berharap Desa Seketi ke depan semakin maju, aman, dan sejahtera. Antusiasme warga tampak tinggi sepanjang rangkaian acara, menandakan kuatnya nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap tradisi budaya lokal.

Editor: Sundary

Posting Komentar
Tutup Iklan
Floating Ad Space